GLOBAL HISTORY — Jakarta – Hiu putih besar (Carcharodon carcharias) merupakan spesies yang terkenal karena kemampuannya melompat keluar dari air saat berburu. Namun, spesies ini diketahui menghilang secara misterius dari Teluk False, Afrika Selatan.
Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan dan konservasionis karena dampaknya yang merusak keseimbangan ekosistem laut di kawasan tersebut. Melansir laman SciTechDaily pada Sabtu (29/03/2025), sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di Frontiers in Marine Science mengungkapkan bahwa hilangnya hiu putih besar telah menyebabkan gangguan besar pada ekosistem laut di Teluk False.
Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Sekolah Kelautan, Atmosfer, dan Ilmu Bumi Universitas Miami selama lebih dari 20 tahun. Hasil studi ini menyoroti dampak berantai yang terjadi akibat hilangnya predator puncak yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem laut.
Beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap hilangnya mereka termasuk tangkapan berlebihan dalam jaring yang dipasang untuk melindungi perenang serta serangan oleh orca (paus pembunuh) yang baru-baru ini terlihat di wilayah tersebut. Sejak 2017, pasangan orca bernama Port dan Starboard menjadi perhatian para peneliti karena perilaku mereka yang tidak biasa, yakni secara khusus memburu hiu putih besar dan memakan hati mereka yang kaya akan nutrisi.
Serangan berulang ini diyakini menjadi salah satu penyebab utama penurunan populasi hiu putih besar di kawasan tersebut. Hilangnya hiu putih besar menyebabkan peningkatan jumlah anjing laut Cape (Arctocephalus pusillus) dan hiu sevengill (Notorynchus cepedianus).
Akibatnya, terjadi penurunan populasi ikan yang menjadi makanan utama anjing laut dan spesies hiu kecil yang biasanya dimangsa oleh hiu sevengill. Fenomena ini menunjukkan adanya efek domino dalam jaringan makanan laut akibat hilangnya predator utama.
Selain itu, ketiadaan hiu putih besar juga berdampak pada aktivitas ekowisata di kawasan tersebut. Teluk False sebelumnya dikenal sebagai destinasi utama bagi wisatawan yang ingin menyaksikan hiu putih besar secara langsung melalui aktivitas penyelaman dalam sangkar (cage diving).
Hilangnya spesies ini menyebabkan penurunan minat wisatawan dan berimbas pada pendapatan masyarakat setempat yang bergantung pada sektor tersebut. Para peneliti menggabungkan berbagai metode, seperti survei lapangan jangka panjang untuk memantau keberadaan hiu, pengamatan warga terhadap anjing laut Cape, dan survei video bawah laut menggunakan Baited Remote Underwater Video Surveys (BRUVS).
Semua data ini menunjukkan bahwa ketidakhadiran hiu putih besar memicu perubahan signifikan dalam struktur jaringan makanan di Teluk False.