Skip to content

GLOBAL NEWS

Global News Memberikan Informasi Terbaru Dan Analisis Mendalam Dari Seluruh Penjuru Dunia

Menu
  • Home
  • Lifestyle
  • News
  • Olahraga
  • Tech
Menu

Kisah Batu Minto hingga Kutukan, Prasasti Bersejarah dari Malang yang Ada di Rumah Bangsawan Inggris

Posted on April 16, 2025April 16, 2025 by yuzhong

GLOBAL HISTORY — JAKARTA – Sebuah batu prasasti abad ke-10 dari Jawa Timur tergeletak di taman keluarga bangsawan Inggris. Pada permukaan Batu Minto disebut sebagai Prasasti Sangguran di Indonesia terukir sejarah kerajaan, kutukan berdarah, sampai makanan abad ke-10: rujak dan dodol. Mengapa benda bersejarah ini tak kunjung dipulangkan ke Indonesia?

Batu prasasti dari Jawa Timur berangka tahun 928 Masehi itu telah teronggok lebih dari 210 tahun di halaman kediaman keluarga bangsawan Inggris, Keluarga Minto, di perbatasan Skotlandia dan Inggris.

Pada Prasasti Sangguran itu terukir pahatan aksara Jawa Kuno berisi informasi sejarah penting tentang Kerajaan Mataram Kuno dan pergeseran pusat kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, di bawah Mpu Sindok.

Di antara baris-baris tulisan itu, terselip kutukan keras bagi siapa pun yang memindahkannya.

Minto Village

Kutukan ini, menurut sejumlah ilmuwan, seolah terbukti: dari Thomas Stamford Raffles yang memerintahkan pengiriman prasasti ini untuk Lord Minto, Gubernur Jenderal India kala itu hingga Colin Mackenzie semuanya mengalami nasib buruk, sakit, atau meninggal dunia tak lama setelahnya.

Perdebatan soal pemulangan batu ini telah bergulir lebih dari dua dekade.

Sejumlah ilmuwan menyebut bahwa Prasasti Sangguran, sebutan resminya di Indonesia seharusnya dipulangkan karena nilai sejarah, budaya, dan spiritualnya yang besar bagi masyarakat Jawa.

Di tanah asalnya, masyarakat adat Ngadat di sekitar Batu, Malang, menggelar upacara penghormatan setiap Agustus, sebagai bentuk penghargaan terhadap prasasti yang dianggap memiliki kekuatan sakral.

Namun sejarawan Britania, Peter Carey, menyebut prasasti itu kini “tidak dihargai sebagaimana mestinya”, karena hanya diletakkan begitu saja di halaman walaupun memiliki nilai sejarah tinggi.

Sementara seorang pejabat Indonesia yang pernah mengunjungi lokasi itu pada 2006 menyebut, “Warisan kita tak terawat, miring tak jelas di halaman.”

Pemerintah Indonesia awal tahun ini menyatakan akan menggencarkan kembali upaya pemulangan prasasti setelah lebih dari 20 tahun belum membuahkan hasil.

Adapun pemilik prasasti sekaligus pewaris gelar Earl of Minto, Timothy Elliot-Murray-Kynynmound, menyatakan bahwa pihaknya “menyambut dengan senang hati setiap minat terhadap batu ini.”

Namun Lord Minto menyebut bahwa “belum pernah ada pendekatan serius untuk memindahkan prasasti itu.”

Lalu, mengapa prasasti ini tak juga kembali ke Malang, Jawa Timur, tempat asalnya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Klub Sepak Bola Fokus Regenerasi Pemain: Strategi Masa Depan
  • Meningkatkan Popularitas Konten Hiburan Berbasis Komunitas
  • Pengendara Motor Keluhkan Jalan Licin Setelah Hujan Deras
  • Pasar Hewan Mulai Padat Menjelang Musim Liburan
  • Komunitas Sepeda Gelar Aksi Sosial di Tengah Kota

Archives

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Mei 2024
©2026 GLOBAL NEWS | Design: Newspaperly WordPress Theme