GLOBAL HISTORY — Para astronom tengah mengawasi asteroid yang baru ditemukan, 2025 YR4, karena memiliki peluang sekitar 2 persen untuk bertabrakan dengan Bumi pada 2032. Meskipun kemungkinan dampaknya kecil, para ilmuwan ingin memperoleh data lebih lanjut untuk menentukan jalurnya secara pasti.
Dikutip dari laman CNN, Senin (17/2/2025), asteroid 2025 YR4 pertama kali ditemukan pada 27 Desember 2023 oleh teleskop ATLAS di Chili. Ukurannya diperkirakan antara 40 hingga 90 meter, sebanding dengan tinggi sebuah gedung besar.
Meski jauh lebih kecil dibandingkan asteroid “pembunuh planet” yang memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, asteroid berukuran seperti ini masih bisa menyebabkan kehancuran regional jika menghantam Bumi.
Para astronom kini menggunakan berbagai teleskop, termasuk James Webb Space Telescope (JWST), untuk mengamati asteroid ini dengan lebih akurat. Observasi menggunakan sinar inframerah Webb akan membantu menentukan ukuran dan orbit asteroid dengan lebih baik dibandingkan teleskop berbasis darat.
Hingga saat ini, 2024 YR4 telah dipantau oleh beberapa observatorium, termasuk Magdalena Ridge di New Mexico, Danish Telescope, dan Very Large Telescope di Chili. Selain itu, teleskop Pan-STARRS di Hawaii juga ikut memantau pergerakan asteroid ini.