GLOBAL HISTORY — Dalam upaya untuk mengakhiri perang tarif yang sedang berlangsung, pemerintah Australia menyatakan bermaksud untuk mengusulkan kesepakatan yang tidak dapat ditolak kepada Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu (16/3).
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Menteri Perdagangan Australia Don Farrell menyatakan, “Yang perlu kami lakukan adalah mencari tahu apa yang diinginkan Amerika dalam hal hubungan antara Australia dan Amerika Serikat, dan kemudian memberikan Presiden Trump tawaran yang tidak dapat dia tolak.”
Farrell menyatakan bahwa Canberra masih tidak yakin tentang tujuan pemerintahan Trump sebagai imbalan atas pengecualian tarif.
Farrell mencatat bahwa Lutnick “tidak memberikan jaminan tentang apa yang mungkin terjadi dalam putaran negosiasi berikutnya” saat berbicara dengannya pada Jumat (14/3) dan menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “bukan pembicaraan yang pesimistis”.
Farrell berencana untuk mengadakan pertemuan tambahan dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada hari Selasa.
Setelah Canberra gagal mendapatkan pengecualian, Washington mengenakan tarif 25 persen pada ekspor baja dan aluminium dari beberapa negara, termasuk Australia, mulai awal pekan ini.
Untuk menghindari tarif baja dan aluminium, Australia sebelumnya telah menawarkan jaminan pasokan mineral penting, tetapi AS menolaknya.
Farrell menyatakan bahwa Australia tidak akan mengenakan tarif balasan kepada AS, yang merupakan ciri khas Australia.
SUMBER ANTARANEWS.COM : Australia berupaya capai kesepakatan untuk akhiri sengketa tarif AS