GLOBAL-HISTORY — Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengkritik perang dagang di mana Amerika Serikat, sebagai negara yang paling berkuasa, menindas negara lemah dengan menaikkan tarif impor.
Wang Yi menyampaikan sindiran itu saat konferensi pers di sela-sela pertemuan tahunan China, hari ini, Jumat (7/3).
“Jika satu pihak secara membabi buta member tekanan, China akan dengan tegas melawan,” kata Wang Yi, dikutip Reuters.
Dia lalu berujar, “[AS] tidak boleh membalas kebaikan dengan keluhan, apalagi mengenakan tarif impor tanpa alasan.”
Kebaikan yang dimaksud Wang Yi adalah bahwa China telah membantu Amerika Serikat selama bertahun-tahun dalam menangani aliran obat prekursor fentanil ke negara tersebut.
RUDAL: Mengenal ‘Harta Karun’ Tanah Jarang Ukraina
Amerika Serikat baru-baru ini mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap impor dari China.
Selain itu, Wang Yi meminta negara-negara berkembang untuk memperluas representasi dan kekuatan mereka dalam tata kelola global.
Dia juga menyebut jika setiap negara menekankan prioritas nasional sendiri dan percaya pada kekuatan dan status, dunia akan kembali ke hukum rimba.
“Negara-negara kecil dan lemah akan menanggung beban,” ungkap Wang Yi.
“Kekuatan-kekuatan besar tak seharusnya berorientasi pada keuntungan, dan tak seharusnya menindas yang lemah,” imbuh dia.
Pernyataan Wang tak sedikitpun menyebut nama Presiden AS Donald Trump. Sejumlah analis menilai, dia ingin menjaga prospek perundingan dagang yang potensial di masa depan.
Sebelum komentar Wang muncul, Kedutaan Besar China di AS smpar mewanti-wanti Negeri Paman Sam.
Kedubes China menyatakan siap menghadapi perang apapun dengan AS termasuk perang dagang yang dilakukan Trump.
“Jika perang adalah yang diinginkan AS, entah itu perang tarif, perang dagang, atau bentuk perang lain, kami siap bertarung hingga akhir,” demikian pernyataan Kedubes China.
Sebetulnya, perang dagang AS-China sudah terjadi selama periode pertama Trump. Saat itu, dia menerapkan tarif perdagangan ke Negeri Tirai Bambu akibat surplus perdagangan besar pada 2018.
Perang dagang ini lantas mengganggu rantai pasokan dunia hingga beberapa tahun terakhir.
SUMBER CNNINDONESIA : China Sindir Perang Tarif AS: Negara Besar tak Menindas yang Lemah