
Jakarta – Menjaga kulit tetap sehat dan tampak awet muda tidak cukup hanya dengan menggunakan produk perawatan. Pola makan sehari-hari juga dapat berperan dalam menjaga kondisi kulit.
Beberapa makanan yang dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan berpotensi memengaruhi proses peradangan, kolagen, dan elastisitas kulit. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membuat tanda-tanda penuaan seperti keriput dan kulit kendur lebih mudah terlihat.
Dikutip dari Health, berikut sejumlah jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan jika ingin membantu menjaga kesehatan kulit.
1. Makanan Tinggi Gula
Konsumsi gula berlebihan, terutama dari makanan manis dan karbohidrat olahan, dapat memicu proses yang disebut glikasi. Dalam proses ini, gula dapat berikatan dengan protein dan menghasilkan senyawa bernama advanced glycation end products (AGEs).
AGEs dapat memicu peradangan sekaligus memengaruhi kolagen dan elastin. Kedua protein tersebut penting untuk mempertahankan kekuatan serta elastisitas kulit. Jika terus terjadi, kulit dapat lebih mudah kehilangan kelenturannya dan muncul keriput.
Ahli diet Samantha Cassetty, MS, RD, menyarankan agar konsumsi minuman manis dibatasi karena umumnya memberikan sedikit nilai gizi.
2. Lemak Trans
Lemak trans buatan kini telah dilarang oleh FDA, meski sejumlah produk masih dapat mengandung sedikit lemak trans. Jenis lemak ini juga dikaitkan dengan proses penuaan kulit.
Lemak trans dapat berkontribusi terhadap pembentukan AGEs, yang kemudian berpotensi memengaruhi kolagen dan elastisitas kulit.
Pada masa lalu, lemak trans banyak ditemukan dalam berbagai makanan seperti makanan yang digoreng, keripik, margarin, frosting, makanan panggang, makanan cepat saji, dan krimer kopi. Bahkan produk dengan label nol lemak trans masih dapat mengandung sejumlah kecil lemak tersebut.
3. Makanan Olahan
Burger, hot dog, kentang goreng, serta berbagai daging olahan termasuk makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.
Selain berpotensi memicu peradangan dan pembentukan AGEs, makanan olahan umumnya memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang lebih rendah dibandingkan makanan utuh.
Dermatolog Kseniya Kobets, MD, menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan berbagai nutrisi tersebut untuk memperbaiki jaringan, membentuk kolagen, menjaga sistem imun, mendukung skin barrier, serta mempertahankan kelembapan kulit.
4. Alkohol
Konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi juga pernah dikaitkan dengan munculnya tanda-tanda penuaan pada wajah. Salah satu survei berskala besar menemukan bahwa orang yang mengonsumsi delapan gelas atau lebih alkohol per minggu mungkin memiliki tanda penuaan wajah yang lebih terlihat.
Beberapa perubahan yang dapat tampak antara lain garis-garis pada wajah, mata yang terlihat sembap, berkurangnya volume wajah, serta pembuluh darah yang lebih terlihat di area pipi.
Meski demikian, bukti ilmiah mengenai hubungan langsung antara alkohol dan penuaan kulit masih belum sepenuhnya konsisten. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan kaitan tersebut.
5. Makanan Tinggi Garam
Asupan garam yang berlebihan selama ini lebih dikenal karena kaitannya dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Namun, penelitian awal juga menunjukkan kemungkinan adanya pengaruh pola makan tinggi garam terhadap kesehatan kulit.
Dalam penelitian pada hewan, konsumsi garam dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan percepatan penuaan kulit yang berkaitan dengan stres oksidatif. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan pada sel.
Hasil penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memperjelas hubungan tersebut. Meski begitu, membatasi makanan tinggi garam tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat.
Makanan dengan kandungan garam tinggi sering ditemukan pada produk olahan dan makanan siap saji. Karena itu, mengurangi konsumsi makanan tersebut dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga pola makan.
Jaga Kulit dari Dalam
Tidak berarti makanan-makanan tersebut harus sepenuhnya dihilangkan dari menu. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan jumlah konsumsinya.
Pola makan yang lebih seimbang dengan mencukupi kebutuhan protein, vitamin, mineral, antioksidan, dan nutrisi penting lainnya dapat membantu mendukung kesehatan kulit. Perawatan dari luar pun tetap dapat dikombinasikan dengan kebiasaan makan yang lebih sehat untuk membantu menjaga kondisi kulit.