
Jakarta – Secangkir kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Ada yang meminumnya untuk meningkatkan energi di pagi hari, membantu tetap fokus saat bekerja, atau sekadar menikmati cita rasanya.
Kopi memang mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan alami. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, minuman ini juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Namun, terlalu banyak kafein atau konsumsi pada waktu yang kurang tepat justru dapat menimbulkan efek samping.
Ahli gizi Elizabeth Shaw menjelaskan kepada EatingWell bahwa penelitian menunjukkan konsumsi sekitar 3-4 cangkir kopi sehari pada orang sehat umumnya tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kesehatan dan bahkan berpotensi memberikan sejumlah manfaat.
Lantas, apa saja perubahan yang mungkin terjadi pada tubuh jika rutin minum kopi? Berikut tujuh di antaranya.
1. Tubuh Lebih Berenergi
Salah satu alasan utama orang mengandalkan kopi adalah efek kafeinnya. Senyawa ini bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat meningkatkan rasa waspada serta membantu tubuh terasa lebih berenergi.
Efek tersebut membuat kopi sering dijadikan teman untuk memulai aktivitas atau mengatasi rasa kantuk.
Meski demikian, respons terhadap kafein berbeda pada setiap orang. Ada yang merasa lebih fokus setelah minum kopi, sementara sebagian lainnya justru mudah gelisah jika mengonsumsinya terlalu banyak.
2. Lebih Mudah Buang Air Besar
Kopi juga dapat memengaruhi aktivitas saluran pencernaan. Minuman ini diketahui dapat merangsang pergerakan kolon atau colonic motility.
Itulah sebabnya sebagian orang merasa ingin buang air besar tidak lama setelah menikmati secangkir kopi.
Efek tersebut tidak dialami semua orang, tetapi diperkirakan cukup umum. Bagi mereka yang sensitif terhadap efek kopi, rasa mulas bahkan bisa muncul segera setelah minum.
3. Suasana Hati Bisa Lebih Positif
Kafein tidak hanya berpengaruh terhadap rasa kantuk. Konsumsinya juga dikaitkan dengan perubahan suasana hati.
Kafein dapat memengaruhi aktivitas sejumlah zat kimia di otak, termasuk dopamin yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi.
Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan suasana hati yang lebih positif. Namun, kopi tentu bukan pengganti penanganan medis jika seseorang mengalami gangguan kecemasan atau masalah kesehatan mental.
4. Berpotensi Mendukung Kesehatan Otak
Selain kafein, kopi mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti polifenol. Kandungan tersebut membuat kopi banyak diteliti terkait kesehatan otak.
Sejumlah penelitian observasional menemukan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap beberapa penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer dan Parkinson.
Namun, hubungan tersebut tidak berarti kopi dapat mencegah penyakit tersebut secara pasti. Faktor gaya hidup dan kondisi kesehatan lainnya juga berperan.
5. Baik untuk Kesehatan Jantung Jika Dikonsumsi Secukupnya
Kebiasaan minum kopi dalam jumlah moderat juga dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular.
Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi sekitar 2-4 cangkir kopi per hari berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah pada sebagian orang.
Meski begitu, jumlah yang tepat tetap bergantung pada toleransi individu dan total asupan kafein dari berbagai sumber. Menambah terlalu banyak gula, sirup, atau krimer juga dapat mengubah profil kesehatan minuman tersebut.
6. Tidur Bisa Terganggu
Tidak semua efek kopi bersifat positif. Salah satu keluhan yang cukup sering terjadi akibat konsumsi kafein adalah gangguan tidur.
Menurut Mayo Clinic, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan insomnia, rasa gugup, gelisah, hingga jantung berdebar.
Sensitivitas terhadap kafein juga berbeda-beda. Faktor genetik dapat memengaruhi seberapa cepat tubuh memproses kafein. Usia dan waktu konsumsi turut menentukan seberapa lama efek stimulan tersebut bertahan.
Karena itu, orang yang mudah mengalami gangguan tidur sebaiknya memperhatikan waktu minum kopi dan menghindari konsumsi terlalu dekat dengan jam tidur.
7. Tubuh Bisa Mengalami Ketergantungan Kafein
Konsumsi kafein secara rutin dapat membuat tubuh beradaptasi terhadap efeknya. Akibatnya, seseorang mungkin membutuhkan jumlah yang lebih banyak untuk mendapatkan sensasi yang sama.
Ketika asupan kafein tiba-tiba dihentikan, sebagian orang juga dapat mengalami gejala seperti sakit kepala, lelah, atau sulit berkonsentrasi.
Lisa Moskovitz, pendiri dan CEO NY Nutrition Group, menjelaskan bahwa efek kafein yang membuat seseorang merasa lebih produktif, waspada, dan berenergi menjadi salah satu alasan kopi mudah dijadikan kebiasaan.
Jika ingin mengurangi konsumsi kopi, sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan diri.
Kopi Boleh Rutin Diminum, Asalkan Tidak Berlebihan
Kopi tidak selalu memberikan dampak buruk. Bagi orang sehat, konsumsi dalam jumlah moderat dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Namun, terlalu banyak kafein dapat memicu efek yang tidak diinginkan, terutama pada orang yang sensitif terhadap stimulan tersebut. Jadi, manfaat kopi tetap perlu diimbangi dengan memperhatikan jumlah konsumsi, waktu minum, serta bahan tambahan yang digunakan.