
Jakarta – Migrain dapat muncul karena berbagai faktor, mulai dari perubahan hormonal, kurang istirahat, kelelahan, hingga makanan tertentu. Bagi orang yang sering mengalami migrain, mengenali makanan yang berpotensi menjadi pemicu bisa membantu mengurangi frekuensi kekambuhan.
Setiap bahan makanan memiliki kandungan senyawa yang berbeda. Beberapa di antaranya, seperti tiramin dan nitrat, disebut dapat memicu migrain pada sebagian orang yang sensitif terhadap senyawa tersebut.
Karena itu, penderita migrain yang sering kambuh sebaiknya memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Berikut sejumlah pemicu yang dilansir dari Times of India:
1. Daging olahan
Sosis, ham, bacon, dan berbagai produk daging olahan lainnya cukup mudah ditemukan dalam menu sehari-hari. Namun, makanan jenis ini perlu diperhatikan oleh orang yang rentan mengalami migrain.
Daging olahan dapat mengandung nitrat dan tiramin. Kedua senyawa tersebut diduga menjadi salah satu pemicu migrain pada sebagian orang.
Sejumlah penelitian bahkan menemukan adanya kaitan antara konsumsi daging olahan dengan migrain yang bersifat kronis. Jika tetap ingin mengonsumsinya, pilih produk dengan kandungan nitrat yang lebih rendah dan perhatikan reaksi tubuh setelah menyantapnya.
2. Cokelat
Cokelat menjadi camilan favorit banyak orang karena rasa manisnya. Makanan ini juga dikaitkan dengan pelepasan dopamin yang dapat memberikan perasaan menyenangkan.
Namun, bagi sebagian penderita migrain, cokelat justru berpotensi menjadi pemicu. Hal tersebut diduga berkaitan dengan beberapa senyawa yang terdapat di dalamnya, seperti kafein, tiramin, dan beta-phenylethylamine.
Dalam sejumlah penelitian, sebagian peserta melaporkan migrain setelah mengonsumsi cokelat. Karena itu, orang yang merasa cokelat menjadi pemicu sebaiknya mengurangi porsinya atau memilih produk dengan kandungan kakao maupun bahan pemicu yang lebih rendah.
3. Makanan hasil fermentasi
Keju yang diperam dalam waktu lama, acar, dan berbagai makanan fermentasi lainnya dapat mengandung tiramin dalam jumlah tinggi.
Senyawa tersebut terbentuk ketika protein dipecah selama proses fermentasi. Pada sebagian orang yang sensitif, peningkatan tiramin dapat memicu munculnya migrain.
Meski begitu, tidak semua jenis keju memiliki kandungan tiramin yang sama. Keju segar seperti mozzarella dan ricotta cenderung menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan keju yang telah diperam lama.
Jika sering mengalami migrain, sebaiknya amati apakah makanan fermentasi tertentu berkaitan dengan munculnya gejala.
4. Alkohol
Minuman beralkohol, terutama red wine, juga kerap dikaitkan dengan migrain. Anggur merah mengandung sejumlah senyawa, termasuk histamin, tiramin, sulfit, dan tanin yang dapat memengaruhi tubuh.
Sebuah penelitian pada 2018 menemukan bahwa sebagian peserta mengalami kekambuhan migrain setelah mengonsumsi alkohol. Di antara mereka yang mengalaminya, red wine dilaporkan menjadi salah satu jenis yang paling sering dikaitkan dengan munculnya migrain.
Risikonya juga dapat lebih diperhatikan ketika seseorang sedang mengalami kondisi seperti stres atau dehidrasi. Bagi orang yang mengetahui alkohol sebagai pemicu migrain, menghindarinya menjadi pilihan yang lebih baik.
5. Makanan atau minuman sangat dingin
Es krim dan makanan dingin memang terasa menyegarkan ketika cuaca sedang panas. Namun, mengonsumsinya terlalu cepat dapat menyebabkan sensasi yang dikenal sebagai brain freeze atau sakit kepala akibat rangsangan dingin.
Pada orang yang rentan mengalami migrain, sensasi tersebut berpotensi memicu atau memperburuk sakit kepala.
Jika tetap ingin menikmati makanan dingin, konsumsilah secara perlahan. Memberikan waktu agar suhu dingin tidak langsung mengenai bagian dalam mulut juga dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya sensasi tersebut.
Perlu diingat, pemicu migrain tidak selalu sama pada setiap orang. Makanan yang menimbulkan migrain pada seseorang belum tentu memberikan efek serupa pada orang lain. Karena itu, mencatat makanan yang dikonsumsi dan kapan gejala muncul dapat membantu mengenali pemicu pribadi.
Selain makanan, faktor seperti kurang tidur, stres, perubahan hormon, dan dehidrasi juga dapat berperan terhadap kambuhnya migrain.