
Jakarta – Banyak orang mengeluhkan lidah terasa perih, kesat, atau seperti terbakar setelah menyantap nanas segar. Meski terasa tidak nyaman, kondisi tersebut sebenarnya merupakan reaksi alami yang dapat dijelaskan secara ilmiah.
Nanas merupakan buah tropis yang kaya vitamin C, antioksidan, dan memiliki cita rasa manis segar. Di balik manfaatnya, buah ini juga mengandung enzim alami bernama bromelain yang menjadi penyebab utama sensasi perih di mulut.
Bromelain adalah enzim yang berfungsi memecah protein. Secara alami enzim ini membantu berbagai proses pada tanaman nanas, tetapi saat buah dikonsumsi, bromelain ikut bereaksi dengan jaringan di dalam rongga mulut yang juga tersusun atas protein.
Akibatnya, sebagian orang akan merasakan sensasi geli, kesat, hingga seperti terbakar pada lidah, bibir, atau langit-langit mulut setelah makan nanas.
Efek tersebut biasanya lebih terasa jika nanas yang dikonsumsi belum benar-benar matang. Nanas muda cenderung memiliki tingkat keasaman lebih tinggi sehingga memperkuat kerja bromelain dan membuat rasa perih semakin jelas.
Sebaliknya, sensasi ini jarang muncul saat mengonsumsi nanas kalengan atau nanas yang telah dimasak. Hal itu karena bromelain merupakan enzim yang mudah rusak oleh suhu tinggi.
Proses pemanggangan, perebusan, maupun pengolahan lainnya dapat menurunkan bahkan menonaktifkan aktivitas bromelain, sehingga efek perih di mulut menjadi jauh lebih ringan.
Bagi orang yang sensitif terhadap nanas segar, ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Mengolah nanas terlebih dahulu dengan cara dipanggang atau direbus bisa menjadi salah satu solusi. Memilih buah yang sudah benar-benar matang juga membantu karena kadar asamnya lebih rendah dan rasa manisnya lebih dominan.
Meski dapat memicu sensasi perih sementara, nanas tetap merupakan buah bergizi yang layak dikonsumsi. Kandungan vitamin C, serat, antioksidan, serta berbagai nutrisi di dalamnya diketahui bermanfaat untuk mendukung daya tahan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selama tidak disertai gejala alergi seperti pembengkakan, gatal hebat, atau sesak napas, sensasi perih setelah makan nanas umumnya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya.