
Jakarta – Bagi pencinta kopi, jumlah cangkir yang diminum setiap hari bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Cara menyeduh kopi ternyata juga dapat memengaruhi kandungan senyawa yang masuk ke dalam tubuh, termasuk yang berkaitan dengan kadar kolesterol.
Kopi selama ini sering dikaitkan dengan efek kafein terhadap jantung. Namun, sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tertentu tidak selalu berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan jantung.
Dokter kardiovaskular Chauncey W. Crandall bahkan menyebut konsumsi sekitar 4-5 cangkir kopi per hari dapat memberikan manfaat bagi jantung. Meski begitu, bukan berarti semua orang dianjurkan minum kopi sebanyak itu.
1. Cara Menyeduh Kopi Perlu Diperhatikan
Jenis kopi dan metode penyeduhan dapat menentukan seberapa banyak senyawa tertentu yang ikut terkonsumsi.
Kopi yang dibuat tanpa penyaringan, seperti kopi tubruk atau French press, masih mengandung lebih banyak minyak alami. Di dalam minyak kopi tersebut terdapat senyawa seperti cafestol dan kahweol yang dapat memengaruhi kadar kolesterol.
Karena itu, kopi yang melewati kertas filter dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin lebih memperhatikan asupan senyawa yang berpotensi meningkatkan kolesterol. Penelitian pada lebih dari 21 ribu orang dewasa di Norwegia juga menemukan adanya perbedaan kadar kolesterol berdasarkan metode penyeduhan kopi.
2. Minum 4-5 Cangkir Tidak Berarti Semakin Banyak Semakin Sehat
Menurut dr. Chauncey W. Crandall, konsumsi 4-5 cangkir kopi dalam sehari dapat dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung.
Namun, pernyataan tersebut tidak bisa diartikan bahwa semakin banyak kopi yang diminum maka semakin besar pula manfaatnya. Toleransi terhadap kafein berbeda-beda pada setiap orang.
Jumlah kafein dalam satu cangkir pun tidak selalu sama karena dipengaruhi jenis kopi, ukuran sajian, dan metode pembuatannya. Oleh sebab itu, jumlah cangkir saja tidak cukup untuk menentukan seberapa banyak kafein yang dikonsumsi.
3. Kopi Tanpa Filter Lebih Perlu Diwaspadai
Penelitian yang melibatkan masyarakat Norwegia tersebut menemukan bahwa kopi yang disaring lebih sedikit berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol dibandingkan kopi yang menggunakan filter.
Konsumsi kopi tubruk atau French press dalam jumlah tinggi menunjukkan kadar kolesterol yang lebih tinggi. Espresso dalam jumlah tertentu juga dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol.
Temuan ini menunjukkan bahwa bukan hanya seberapa sering seseorang minum kopi yang penting, tetapi juga bentuk kopi yang dikonsumsi.
4. Bagaimana dengan Risiko Gangguan Irama Jantung?
Kekhawatiran mengenai kopi dan jantung salah satunya berkaitan dengan kemungkinan kafein memengaruhi denyut atau irama jantung.
Namun, sejumlah penelitian observasional tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dalam jumlah tinggi dengan peningkatan risiko gangguan irama jantung. Meski demikian, hasil penelitian observasional tidak berarti kopi dalam jumlah besar pasti aman untuk setiap orang.
Orang yang sensitif terhadap kafein dapat mengalami keluhan seperti jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur setelah minum kopi. Kondisi kesehatan dan respons tubuh tetap perlu menjadi pertimbangan.
5. Jangan Samakan Batas Aman dengan Jumlah yang Wajib Diminum
Kabar bahwa beberapa penelitian mengaitkan konsumsi kopi dengan manfaat kesehatan bukan berarti seseorang perlu mengejar jumlah tertentu setiap hari.
Kebutuhan dan toleransi kafein sangat individual. Bahkan, batas yang dianggap aman bagi sebagian besar orang dewasa tidak otomatis menjadi target konsumsi bagi semua orang.
Selain jumlah kopi, perhatikan pula tambahan gula, krimer, serta bahan lain yang digunakan. Kopi dengan banyak tambahan gula tentu berbeda dengan kopi hitam tanpa pemanis dari sisi kandungan kalorinya.
Jadi, Boleh Minum Kopi 5 Cangkir?
Konsumsi kopi hingga sekitar lima cangkir sehari pernah dikaitkan dengan hasil kesehatan yang cukup baik dalam sejumlah penelitian, tetapi angka tersebut tidak dapat dijadikan patokan universal.
Yang lebih penting adalah memperhatikan respons tubuh, total asupan kafein dari berbagai sumber, kondisi kesehatan, serta metode penyeduhan. Jika memiliki kondisi medis tertentu atau mengalami keluhan setelah minum kopi, sebaiknya konsultasikan jumlah konsumsi yang sesuai dengan tenaga kesehatan.
Dengan begitu, kopi tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.