
Jakarta – Indonesia ternyata punya sajian ikan mentah yang tak kalah menarik dari sashimi Jepang. Namanya gohu ikan, kuliner khas Ternate yang menawarkan perpaduan ikan segar dengan cita rasa asam, pedas, dan rempah.
Sekilas, gohu ikan dan sashimi memang terlihat serupa karena sama-sama menggunakan ikan atau makanan laut yang disajikan mentah. Namun, keduanya berasal dari tradisi kuliner yang berbeda sehingga cara pengolahan, bumbu, dan karakter rasanya pun tidak sama.
Gohu ikan, sajian khas Ternate
Gohu ikan merupakan kuliner tradisional yang berasal dari Ternate, Maluku Utara. Hidangan ini memanfaatkan ikan laut yang masih sangat segar, kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil sebelum dicampur dengan berbagai bumbu.
Ikan tuna, cakalang, dan tenggiri termasuk jenis yang dapat digunakan untuk membuat gohu ikan. Bahan tersebut kemudian diberi irisan bawang merah, cabai, jeruk nipis, dan daun kemangi.
Kombinasi bumbu tersebut menghasilkan rasa yang segar, asam, pedas, sekaligus gurih. Aroma rempahnya juga menjadi salah satu ciri khas yang membedakan gohu ikan dari hidangan ikan mentah lainnya.
Jeruk nipis tidak hanya memberikan rasa asam dan aroma segar. Asam dari jeruk juga dapat menyebabkan perubahan pada tekstur permukaan ikan sehingga terlihat seperti mengalami proses “pematangan”. Namun, kondisi tersebut tidak sama dengan memasak ikan menggunakan panas dan tidak menghilangkan seluruh risiko dari konsumsi ikan mentah.
Dalam perkembangannya, gohu ikan yang awalnya banyak dinikmati sebagai makanan rumahan kemudian semakin dikenal oleh wisatawan. Karena sama-sama menggunakan ikan mentah, hidangan ini kerap mendapat julukan sebagai “sashimi Nusantara”.
Sashimi, kuliner ikan mentah dari Jepang
Sashimi memiliki konsep yang berbeda. Hidangan khas Jepang ini biasanya berupa irisan ikan atau makanan laut segar yang disajikan tanpa nasi.
Potongan ikan umumnya disajikan bersama pelengkap seperti kecap asin, wasabi, dan acar jahe. Berbeda dari gohu yang kaya bumbu sejak awal penyajian, sashimi justru lebih menonjolkan rasa, tekstur, dan kesegaran bahan utamanya.
Jenis ikan yang digunakan pun beragam. Tuna dan salmon merupakan pilihan populer, tetapi beberapa jenis makanan laut lain seperti cumi dan udang juga dapat disajikan sebagai sashimi.
Karena disantap dalam kondisi mentah, kualitas dan penanganan bahan menjadi aspek yang sangat penting. Ikan harus ditangani secara higienis dan memenuhi standar keamanan pangan untuk konsumsi mentah.
Dalam budaya Jepang, sashimi juga memiliki posisi penting. Hidangan ini dapat ditemukan dalam berbagai kesempatan, termasuk sebagai bagian dari sajian formal dan rangkaian makanan tradisional seperti kaiseki.
Sama-sama kaya protein
Dari sisi nutrisi, ikan merupakan sumber protein yang baik. Beberapa jenis ikan yang digunakan untuk gohu maupun sashimi juga mengandung asam lemak omega-3.
Omega-3 dikenal memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, termasuk mendukung kesehatan jantung dan fungsi otak. Kandungan gizinya tentu dapat berbeda bergantung pada jenis ikan, ukuran porsi, serta bahan pendamping yang digunakan.
Sashimi yang disajikan tanpa nasi dan bahan tambahan berkalori tinggi juga relatif rendah karbohidrat. Namun, tambahan seperti kecap asin dapat meningkatkan asupan sodium.
Gohu ikan pun dapat menjadi sumber protein dan omega-3, tetapi kandungan gizinya turut dipengaruhi oleh bumbu dan cara penyajiannya.
Apa perbedaan utama gohu dan sashimi?
Perbedaan paling mudah terlihat terletak pada karakter bumbunya.
Gohu ikan mengandalkan perpaduan cabai, bawang merah, jeruk nipis, dan kemangi sehingga rasanya lebih kuat, segar, serta kaya rempah.
Sementara sashimi dibuat dengan pendekatan yang lebih sederhana. Potongan ikan disajikan dengan pendamping seperti soy sauce dan wasabi agar cita rasa alami ikan tetap menjadi pusat perhatian.
Keduanya juga memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Gohu ikan merupakan bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Ternate dan Maluku Utara, sedangkan sashimi berkembang sebagai bagian dari tradisi kuliner Jepang.
Tetap perhatikan keamanan ikan mentah
Meski memiliki kandungan protein dan nutrisi yang baik, makanan berbahan ikan mentah tetap perlu dikonsumsi dengan memperhatikan keamanan pangan.
Kesegaran saja tidak selalu menjamin ikan bebas dari parasit atau bakteri. Penanganan, penyimpanan, dan pemilihan bahan yang memang ditujukan untuk konsumsi mentah menjadi hal penting.
Dengan karakter masing-masing, gohu ikan dan sashimi menunjukkan bahwa hidangan ikan mentah dapat berkembang dalam tradisi kuliner yang sangat berbeda. Gohu menghadirkan kekayaan rempah Nusantara, sedangkan sashimi mempertahankan kesederhanaan untuk menonjolkan kualitas dan kesegaran ikan.