
Jakarta – Keinginan tiba-tiba untuk menyantap makanan tertentu atau yang dikenal sebagai craving sering kali dianggap sekadar selera sesaat. Padahal, dalam beberapa kondisi, ngidam bisa dipengaruhi oleh kebutuhan tubuh, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi emosional.
Kurang tidur, stres berkepanjangan, dehidrasi, maupun pola makan yang terlalu ketat merupakan beberapa faktor yang dapat memicu keinginan kuat terhadap jenis makanan tertentu. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa ngidam tidak dapat dijadikan dasar untuk mendiagnosis suatu penyakit.
Namun, mengenali pola craving yang sering muncul dapat membantu seseorang lebih memahami kondisi tubuh dan mengevaluasi gaya hidupnya.
Mengutip Times of India (22/05/2026), berikut beberapa arti di balik keinginan mengonsumsi makanan tertentu.
1. Sering Ingin Makanan Manis? Tubuh Mungkin Membutuhkan Energi
Keinginan menyantap cokelat, kue, permen, atau minuman manis dapat menjadi pertanda tubuh sedang membutuhkan tambahan energi.
Kondisi ini biasanya muncul ketika seseorang terlambat makan atau melewatkan waktu makan sehingga kadar gula darah menurun. Otak kemudian memberi sinyal agar tubuh segera memperoleh sumber energi yang cepat diserap.
Selain itu, kurang tidur maupun stres emosional juga dapat meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan manis karena dianggap mampu memberikan rasa nyaman dalam waktu singkat.
2. Ngidam Makanan Asin Bisa Berkaitan dengan Dehidrasi
Keripik, kentang goreng, atau camilan bercita rasa asin sering menjadi pilihan setelah beraktivitas berat.
Salah satu penyebabnya adalah tubuh kehilangan cairan dan elektrolit akibat banyak berkeringat, sehingga muncul keinginan mengonsumsi makanan yang mengandung garam.
Namun, keinginan tersebut tidak selalu berarti tubuh benar-benar kekurangan natrium. Dalam beberapa kasus, rasa lelah atau tekanan emosional juga dapat memicu keinginan menikmati makanan gurih sebagai bentuk kenyamanan.
3. Ingin Makan Karbohidrat Saat Tubuh Kekurangan Asupan
Roti, nasi, mi, maupun pasta merupakan sumber karbohidrat yang cepat diubah menjadi energi oleh tubuh.
Keinginan mengonsumsi makanan tersebut umumnya meningkat ketika seseorang menjalani diet yang terlalu ketat atau sering menunda waktu makan. Tubuh secara alami akan meminta tambahan energi agar berbagai fungsi organ tetap berjalan optimal.
Selain faktor biologis, makanan berkarbohidrat juga sering dikaitkan dengan rasa hangat dan kenyamanan sehingga dapat memberikan efek psikologis yang menenangkan.
4. Craving Gorengan Sering Muncul Saat Tubuh dan Pikiran Lelah
Makanan berlemak seperti ayam goreng, kentang goreng, atau berbagai jenis gorengan kerap menjadi pilihan ketika seseorang merasa kelelahan setelah beraktivitas.
Pada kondisi tersebut, tubuh cenderung menginginkan makanan yang cepat memberikan rasa kenyang. Di sisi lain, banyak orang menjadikan makanan cepat saji sebagai pelampiasan stres atau kelelahan emosional.
Karena itu, keinginan mengonsumsi gorengan tidak hanya dipengaruhi rasa lapar, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi psikologis dan kebiasaan sehari-hari.
5. Sering Mengunyah Es Batu Dapat Menjadi Tanda Kekurangan Zat Besi
Salah satu bentuk craving yang cukup unik adalah kebiasaan mengunyah es batu.
Beberapa penelitian mengaitkan kondisi ini dengan anemia akibat kekurangan zat besi. Walaupun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, keinginan mengunyah es yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan.
Jika kebiasaan tersebut muncul secara berulang dan disertai gejala seperti mudah lelah, lemas, atau wajah pucat, pemeriksaan kesehatan dapat membantu memastikan penyebabnya.
Pada akhirnya, ngidam makanan tertentu tidak selalu menunjukkan bahwa tubuh sedang kekurangan nutrisi tertentu. Namun, apabila pola tersebut terus berulang, hal itu bisa menjadi pengingat untuk memperbaiki pola makan, mencukupi waktu istirahat, menjaga hidrasi, serta menerapkan gaya hidup yang lebih sehat secara keseluruhan.