
Jakarta – Makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh. Pola makan juga dapat berhubungan dengan energi, kualitas tidur, hingga perubahan suasana hati.
Pada sebagian orang, makanan tertentu dapat membuat tubuh terasa lebih nyaman. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu berpotensi membuat tubuh tidak nyaman dan suasana hati menjadi lebih mudah berubah.
Respons setiap orang tentu tidak sama. Namun, memperhatikan pola makan dan reaksi tubuh setelah mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu menjaga kondisi fisik maupun emosional.
Dikutip dari Times of India, berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan jika ingin menjaga mood tetap stabil.
1. Kafein
Kopi dan minuman berkafein lainnya sering digunakan untuk meningkatkan energi serta konsentrasi. Dalam jumlah berlebihan, kafein justru dapat menimbulkan efek sebaliknya pada sebagian orang.
Asupan kafein yang terlalu banyak bisa membuat seseorang merasa lebih gelisah, cemas, atau mudah tersinggung. Efek tersebut juga dapat diperburuk apabila kafein dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Kurang tidur pada akhirnya dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan meningkatkan sensitivitas terhadap stres. Jika tubuh terasa terlalu reaktif setelah minum kopi, pertimbangkan untuk mengurangi porsinya atau memilih minuman rendah kafein.
2. Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Lemak Trans
Gorengan, makanan cepat saji, dan berbagai makanan tinggi lemak tertentu sebaiknya tidak terlalu sering menjadi bagian dari menu harian.
Asupan lemak jenuh dan lemak trans yang berlebihan tidak hanya perlu diperhatikan dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga dapat berkaitan dengan proses peradangan dalam tubuh yang berhubungan dengan fungsi otak.
Sebagai alternatif, pilih sumber lemak yang lebih sehat, seperti alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun.
3. Makanan Olahan dan Tinggi Gula
Kue, permen, makanan cepat saji, serta camilan manis dapat memberikan energi dengan cepat. Sayangnya, efek tersebut tidak selalu bertahan lama.
Makanan tinggi gula dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat kemudian menurun kembali. Perubahan tersebut pada sebagian orang dapat disertai rasa lelah, sulit berkonsentrasi, atau perubahan mood.
Agar energi lebih stabil, pilih makanan yang minim proses pengolahan dan kombinasikan karbohidrat dengan protein serta serat.
4. Minuman Beralkohol
Alkohol terkadang membuat seseorang merasa lebih rileks dalam waktu singkat. Namun, efek tersebut dapat berubah apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Alkohol dapat memengaruhi sistem kimia di otak sehingga suasana hati menjadi lebih mudah berubah. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat muncul dalam bentuk mudah tersinggung, marah, atau perubahan emosi lainnya.
Membatasi konsumsi alkohol menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan suasana hati.
5. Camilan Asin
Keripik, biskuit asin, dan makanan ringan lainnya sering mengandung garam dalam jumlah cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan natrium dapat menjadi terlalu tinggi.
Selain perlu diperhatikan untuk kesehatan secara umum, konsumsi makanan asin juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami rasa haus dan berkontribusi terhadap ketidakseimbangan cairan jika asupan cairan tidak mencukupi.
Daripada terlalu sering mengonsumsi camilan tinggi garam, buah segar, kacang tanpa banyak tambahan garam, atau makanan berbahan biji-bijian utuh bisa menjadi pilihan.
6. Sereal Sarapan Tinggi Gula
Sereal praktis sering menjadi pilihan untuk sarapan. Namun, tidak semua produk sereal memiliki kandungan nutrisi yang sama.
Sereal dengan tambahan gula tinggi dapat menyebabkan energi meningkat dengan cepat tetapi kemudian menurun. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa lemas dan pada sebagian orang berpengaruh terhadap konsentrasi serta suasana hati.
Pilih sereal yang lebih rendah gula dan kaya serat. Akan lebih baik jika sarapan juga dilengkapi sumber protein, seperti telur, yogurt, atau kacang-kacangan, agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
Pola Makan Seimbang untuk Mood yang Lebih Baik
Tidak berarti semua makanan di atas harus dihilangkan sepenuhnya dari menu. Menikmati makanan favorit sesekali masih dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
Yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan frekuensinya. Utamakan makanan kaya serat, protein, vitamin, mineral, serta lemak sehat agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.
Jika suatu makanan tertentu selalu diikuti perubahan mood, rasa gelisah, atau tubuh terasa tidak nyaman, coba perhatikan pola tersebut. Setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda terhadap makanan, sehingga mengenali reaksi tubuh juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.