
Jakarta – Jahe dan kunyit sudah lama digunakan sebagai bahan minuman tradisional. Ketika keduanya diseduh menjadi teh, perpaduan rasa hangat dan senyawa aktifnya membuat minuman ini menarik untuk dijadikan bagian dari pola hidup sehat.
Jahe mengandung senyawa seperti gingerol, sedangkan kunyit dikenal dengan kandungan kurkumin. Keduanya memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang telah banyak diteliti.
Meski demikian, teh jahe kunyit bukan obat dan tidak dapat menjamin seseorang terhindar dari penyakit. Manfaatnya lebih tepat dilihat sebagai pelengkap pola makan sehat dan gaya hidup seimbang.
Dikutip dari Times of India, berikut beberapa potensi manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsi teh jahe kunyit.
1. Membantu Meredakan Peradangan
Jahe dan kunyit sama-sama memiliki senyawa aktif yang berpotensi membantu mengendalikan proses peradangan dalam tubuh.
Gingerol pada jahe dan kurkumin pada kunyit memiliki aktivitas antiinflamasi yang telah dipelajari dalam berbagai penelitian. Efek tersebut membuat keduanya kerap dikaitkan dengan rasa nyaman pada tubuh, termasuk ketika mengalami keluhan pegal atau nyeri ringan.
Namun, konsumsi teh ini tidak dapat menggantikan terapi medis untuk penyakit yang disebabkan oleh peradangan kronis.
2. Baik untuk Sistem Pencernaan
Secangkir teh jahe kunyit juga bisa menjadi pilihan minuman setelah makan. Jahe telah lama digunakan untuk membantu mengatasi rasa mual dan berbagai ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.
Sementara itu, kunyit juga banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung fungsi sistem pencernaan.
Bagi orang yang sesekali mengalami mual atau perut terasa tidak nyaman, minuman hangat berbahan kedua rempah tersebut dapat memberikan sensasi menenangkan.
3. Mendukung Daya Tahan Tubuh
Kandungan senyawa antioksidan pada jahe dan kunyit berpotensi membantu tubuh menghadapi stres oksidatif.
Antioksidan bekerja dengan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Karena itu, teh jahe kunyit dapat menjadi salah satu pilihan minuman dalam pola makan yang kaya bahan pangan alami.
Meski begitu, menjaga daya tahan tubuh tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu jenis minuman. Tidur yang cukup, makanan bergizi, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup sehat tetap menjadi faktor utama.
4. Berpotensi Membantu Mengurangi Nyeri Haid
Jahe telah menjadi perhatian dalam sejumlah penelitian mengenai nyeri menstruasi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan konsumsi jahe berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri haid pada sebagian wanita.
Kandungan kurkumin pada kunyit juga memiliki sifat antiinflamasi sehingga secara teori dapat mendukung efek tersebut.
Menikmati teh jahe kunyit dalam keadaan hangat bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membuat tubuh lebih nyaman selama menstruasi. Jika nyeri sangat berat atau terus berulang, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.
5. Mendukung Kesehatan Jantung
Kunyit dan jahe juga banyak diteliti berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular. Senyawa aktif di dalamnya berpotensi mendukung fungsi pembuluh darah dan membantu mengendalikan proses oksidatif serta peradangan.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti teh jahe kunyit dapat menggantikan obat untuk kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.
Untuk menjaga kesehatan jantung, pola makan seimbang, olahraga rutin, menjaga berat badan, tidak merokok, dan mengontrol faktor risiko tetap jauh lebih penting.
Cara Menikmatinya
Teh jahe kunyit dapat dibuat dengan merebus beberapa iris jahe dan kunyit segar dalam air selama beberapa menit. Setelah disaring, minuman bisa dinikmati hangat. Sedikit perasan lemon atau madu dapat ditambahkan sesuai selera.
Tidak perlu mengonsumsinya secara berlebihan untuk mendapatkan manfaat. Jadikan teh jahe kunyit sebagai pelengkap pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti obat atau terapi dokter.
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat, terutama obat yang memengaruhi pembekuan darah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum rutin mengonsumsi herbal dalam jumlah banyak.