
Jakarta – Kopi dikenal sebagai salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Selain memberikan efek lebih segar dan membantu meningkatkan fokus, berbagai penelitian juga telah menemukan potensi manfaat kopi bagi kesehatan.
Penelitian terbaru kembali menyoroti hubungan antara konsumsi kopi dan risiko kematian. Studi yang didukung oleh National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat serta dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition menemukan bahwa minum kopi dalam jumlah moderat berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah, terutama yang berhubungan dengan penyakit jantung.
Namun, cara menikmati kopi ternyata menjadi faktor penting. Manfaat tersebut lebih terlihat pada konsumsi kopi hitam atau kopi dengan tambahan gula dan lemak jenuh dalam jumlah rendah.
Berikut beberapa temuan menarik mengenai manfaat konsumsi kopi berdasarkan penelitian tersebut.
1. Minum Kopi Berkaitan dengan Risiko Kematian yang Lebih Rendah
Penelitian observasional yang dilakukan oleh tim dari Tufts University di Boston, Amerika Serikat, melibatkan sekitar 46.000 orang dewasa. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkafein sebanyak satu hingga dua cangkir setiap hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat berbagai penyebab.
Manfaat tersebut terutama terlihat pada risiko kematian yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular. Orang yang mengonsumsi kopi hitam atau kopi dengan sedikit tambahan gula dan lemak jenuh tercatat memiliki risiko kematian hingga 14 persen lebih rendah.
Sebaliknya, hubungan positif tersebut tidak terlihat pada konsumsi kopi yang mengandung gula dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi.
2. Senyawa Bioaktif Jadi Salah Satu Kunci Manfaat Kopi
Menurut Prof. Fang Fang Zhang dari Friedman School di Tufts University, manfaat kesehatan kopi diduga berasal dari berbagai senyawa bioaktif yang terkandung di dalam minuman tersebut.
Meski demikian, penambahan bahan tertentu dapat memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh. Gula dan lemak jenuh dalam jumlah berlebihan diduga mampu mengurangi efek positif dari senyawa yang terdapat dalam kopi.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi satu cangkir kopi per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian sekitar 16 persen. Manfaat tersebut sedikit meningkat ketika konsumsi mencapai dua hingga tiga cangkir setiap hari.
Namun, efek positifnya cenderung menurun apabila seseorang mengonsumsi kopi lebih dari tiga cangkir dalam sehari.
3. Campuran dalam Kopi Turut Menentukan Manfaatnya
Studi yang menggunakan data National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) periode 1999 hingga 2018 ini menjadi salah satu penelitian yang secara khusus meneliti pengaruh bahan tambahan dalam kopi, termasuk gula dan lemak jenuh.
Dr. Bingjie Zhou selaku penulis utama penelitian menjelaskan bahwa hasil tersebut sejalan dengan rekomendasi Dietary Guidelines for Americans. Pedoman tersebut menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula tambahan dan lemak jenuh.
Temuan ini juga mendukung penelitian sebelumnya dari Tulane University. Studi tersebut menemukan bahwa orang yang rutin minum kopi pada pagi hari memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
Risiko meninggal akibat penyakit jantung dilaporkan lebih rendah hingga 31 persen, sementara risiko kematian dini akibat penyebab lain tercatat 16 persen lebih rendah.
4. Berpotensi Menurunkan Risiko Jenis Kanker Tertentu
Selain dikaitkan dengan kesehatan jantung, sejumlah penelitian juga meneliti hubungan antara konsumsi kopi dan risiko kanker.
Salah satunya adalah penelitian tahun 2017 berjudul Coffee and Cancer Risk: A Summary Overview yang dilakukan oleh Gianfranco Alicandro dan tim dari Department of Clinical Sciences and Community Health di Milan.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya potensi hubungan antara konsumsi kopi dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Meski begitu, penelitian tersebut tidak menemukan pengaruh kopi terhadap risiko kanker secara keseluruhan.
Para peneliti menilai masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana kandungan dalam kopi dapat memengaruhi risiko berbagai penyakit, termasuk kanker.
Karena itu, menikmati kopi secukupnya dan membatasi tambahan gula maupun bahan tinggi lemak jenuh dapat menjadi salah satu cara untuk memperoleh manfaat potensial dari minuman populer ini.